Mengenal TCP/IP [5]
Jaringan Tanpa Koneksi
www.socineer.com


Jaringan pertama yang mengglobal itu bukan jaringan Internet, tetapi jaringan komunikasi telepon. Jaringan itu sudah dibangun jauh sebelum jaman elektronik digital. Pada waktu itu, jika A mau menghubungi B, benar-benar ada hubungan kabel yang dari A ke B. Untuk itu dibangun jaringan kabel telepon yang jauh, melintasi benua besar seperti Amerika. Walaupun hubungan itu masih lewat kantor sentral telpon dengan sistem switching, tetapi switchingnya benar-benar menggunakan hubungan antara dua connector logam. Ditemukan oleh Alexander Keith dan disempurnakan oleh Almon Strowger, selama berpuluh-puluh tahun sistem mekanik switching otomatis yang dinamakan Strowger Exchange melayani telekomunikasi telepon di banyak negara. Strowger Exchange adalah mesin besar. Stasiun switching menempatkan banyak panel-panel yang tingginya sekitar dua meter, berjejer-jejer dengan kabel yang saling hubung menghubung. Ketika membuat ada permintaan membuat sambungan, mesin ini bekerja dengan ribut, karena konektor-konektor logamnya bergerak-gerak, berputar, dan setelah ketemu posisi yang tepat, dua konektorpun membuat sambungan, sehingga ke dua belah pihak di masing-masing sisi bisa saling berhubungan.

Jaringan seperti ini disebut connection-oriented. Supaya dua pihak bisa saling berkomunikasi, harus dibentuk koneksi antara keduanya. Saluran telepon sampai beberapa beberapa waktu lalu (sebelum ada telepon berteknologi Internet), masih bersifat connection oriented, walaupun koneksinya sudah tidak seperti dulu lagi yang menggunakan koneksi fisik. Ketika A ingin berbicara dengan B, maka A harus mendial nomor telepon B dulu. Di ujung sana, telepon B berdering. Jika kebetulan B ada ditempat, dia mengangkat telepon, dan baru terjadi hubungan komunikasi. Jadi sebelum komunikasi, ada langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memastikan komunikasi berlangsung. Langkah-langkah itu kita juga sebut sebagai protokol. Saya mengambil contoh saluran telepon untuk memudahkan pembahasan yang akan dilakukan. Tetapi perlu diketahui, bahwa saluran komunikasi telepon modern sudah berbeda jauh dengan sebelumnya. Protokol pensinyalan sudah menggunakan sistem digital dengan mengefisiensikan penggunaan saluran dengan menggunakan saluran dan jaringan pensinyalan yang terpisah dengan saluran suara. Dan untuk saat ini, penggunaan teknologi Internet juga sudah dilakukan, dengan kualitas suara yang cukup bagus. Untuk membuat komparasi, pembahasan tentang saluran komunikasi telepon akan menggunakan teknologi dari jaman sebelumnya, sehinggga pembedaan dengan teknologi Internet lebih jelas.

Jaringan dengan connection-oriented mudah dilacak jalurnya. Ketika Anda menelpon, sudah pasti saluran akan diterima di kantor telepon terdekat, dan kemudian sewaktu Anda selesai mendial, secara otomatis akan terjadi penciptaan saluran. Pada waktu pesawat telpon diujung sana berdering, penciptaan saluran komplit. Selanjutnya, sewaktu Anda berkomunikasi, saluran yang sama dipakai. Saluran itu baru akan terputus, ketika Anda mengakhiri pembicaraan telepon tersebut. Jadi saluran dengan connection-oriented itu dikatakan reliable atau andal. Saluran tidak akan terputus tiba-tiba, atau apa yang diucapkan oleh pemakai telepon akan sampai ke tempat tujuan (kecuali ada gangguan).

Apa kerugian dari connection-oriented tersebut? Yang paling utama, sumber dari semua sumber kerugian, hanya satu, yaitu mahal. Sewaktu seseorang mendial dari Toronto ke Jakarta, dia mengakibatkan seluruh jaringan bergerak. Dari Toronto jaringan switching mulai bergerak untuk menghubungi dengan jaringan antar benua, entah sampai dimana, kemudian sampai di Jakarta, jaringan-jaringan di kantor telepon juga bekerja, melayani permintaan kita. Semua itu ada biayanya. Dengan demikian, melakukan hubungan interlokal atau internasional berjam-jam dulu bisa membuat kantong seseorang kempes.

IP: Tanpa Koneksi

Faktor utama yang membuat jaringan Internet mengglobal dengan jumlah pemakai sekarang sudah melebihi satu milyard orang, adalah paradigma baru yang dibawa oleh pioner teknologi IP, yaitu jaringan tanpa koneksi. Koneksi selalu membuat biaya instalasi dan operasi jaringan menjadi mahal. Perkembangan Internet yang sangat pesat itu, terjadi bukan karena teknologi Internet hebat sekali, tetapi terutama disebabkan oleh faktor paling penting: murah meriah. Saya bisa telpon ke US setiap saat dengan gratis lewat internet. Kita beremail-ria tanpa bayar biaya perangko untuk setiap email. Semua itu dimungkinkan karena karakteristik IP yang paling utama, yaitu Connection-less.

Sewaktu sistem berbasis IP mengirimkan paket-paketnya, dia tidak melacak apakah si penerima diujung sebelah sana ada atau tidak (bandingkan dengan sistem telepon, pesawat telepon di ujung lain harus dideringkan terlebih dulu). Sang pengirim dalam IP cukup memberikan alamat pengirim dan penerima, dan kemudian paket informasi dilepas begitu saja. Ini mirip surat biasa, kita tulis alamat penerima dan pengirim, dan kita lepas begitu saja di kotak surat atau di kantor pos. Dengan demikian, dulu biaya perangko berkirim surat jauh lebih murah daripada biaya interlokal (padahal hubungan telepon interlokal bahkan internasional tidak menggunakan banyak tenaga kerja). Murahnya biaya berkirim surat disebabkan karena pengiriman surat dilakukan tanpa perlu membangun koneksi terlebih dahulu.

Connectionless itu murah, tetapi kinerjanya tentu lebih kurang daripada yang connection-oriented. Ketika seseorang mengirim surat, cepat atau lambatnya suratnya sampai, tergantung dari kinerja pekerja-pekerja yang membawa surat itu di sepanjang jalan. Dari yang pertama-tama menyortir surat, sampai yang membawa ke pesawat, lalu yang menurunkannya, kemudian disortir lagi, lalu diberikan ke tukang pos, akhirnya sampai ke tempat tujuan. Kualitas pengiriman surat itu tergantung dari setiap elemen perantara itulah. Jika salah satu elemen itu gagal, gagal pulalah surat tersebut sampai. Jika seorang tukang pos tidak sengaja menjatuhkan satu surat di jalan, berarti surat itu akan menjadi sampah jalanan yang tidak pernah akan sampai ke alamat tujuan.

Demikian juga dengan koneksi IP. Kualitas pengiriman paket-paket IP, tergantung dari semua elemen pengiriman yang ada disepanjang jalan. Kantor-kantor sepanjang jalan dalam mekanisme IP itu umumnya terdiri dari router-router. Kita bisa membayangkan router-router itu seperti kantor-kantor pos yang menangani surat-surat. Setiap surat akan disortir, dan ditentukan mau kemana jalannya. Misalnya ada surat dari alamat Jakarta ke alamat lain di Jakarta, kantor pos akan mengirimkannya langsung ke titik terdekat dengan alamat tujuan. Tetapi jika ada surat dari Jakarta ke Singapore, maka dia akan mengirimkannya ke airport untuk kemudian dibawa ke Singapore.

Router-router itu kerjanya mirip dengan kantor pos tersebut. Router-router akan melihat alamat tujuan, lalu meforwardkan paket-paket itu ke router berikutnya yang lebih dekat dengan alamat tersebut. Setiap titik persinggahan ini lebih dikenal dengan istilah hop. Misalnya, dari sebuah komputer di Washington D.C ke situs cbn.net.id ada 23 hops seperti dibawah ini. Dari Washington, D.C, Ashburn, Virginia, lalu ke Topeka, Kansas, dan kemudian Houston, Texas, dari sana ke Los Angeles, California. Dari L.A baru dibawa ke Singapore lewat jaringan Singtel, dan ke Jakarta lewat jaringan Indosat, baru kemudian tiba di Cbn. Informasi ini dengan mudah kita dapatkan dengan fasilitas traceroute.

1 205.234.111.129 r03-8.iad.defenderhosting.com D.C
2 205.234.111.17 r01.iad.defenderhosting.com D.C
3 66.246.105.53 blue1-defender-bgp1.ash.dvlabs.com ?Ashburn
4 205.198.14.245 ge2-10.as.eqxashva.aleron.net ?Topeka
5 154.54.2.201 p11-0.core01.dca01.atlas.cogentco.com
6 66.28.4.90 p3-0.core01.iah01.atlas.cogentco.com Houston
7 66.28.4.6 p14-0.core01.san01.atlas.cogentco.com
8 66.28.4.77 p4-0.core01.lax01.atlas.cogentco.com L.A
9 154.54.2.102 p6-0.core01.lax05.atlas.cogentco.com L.A
10 203.208.169.9
11 203.208.168.221 ge-0-3-0.laxeq-cr1.ix.singtel.com L.A
12 203.208.182.89 so-3-3-1.sngc3-cr1.ix.singtel.com ?Singapore
13 203.208.172.125 p4-0.sngtp-cr3.ix.singtel.com ?Singapore
14 203.208.182.238 - ?Singapore
15 203.208.143.250 - ?Singapore
16 202.93.46.105 - ?Jakarta
17 202.93.46.133 gw1.kppti-gw1.en.inp.indosat.com ?Jakarta
18 202.93.46.140 - ?Jakarta
19 202.158.127.161 ip127-161.cbn.net.id ?Jakarta
20 202.158.127.161 ip127-161.cbn.net.id ?Jakarta
21 202.158.127.242 ip127-242.cbn.net.id ?Jakarta
22 202.158.127.43 ip127-43.cbn.net.id ?Jakarta
23 202.158.39.10 cbn.net.id ?Jakarta

Pertanyaan yang kemudian tentunya, bagaimana cara router-router itu meneruskan paket-paket tersebut? Siapa yang menentukan rute-rute tersebut? Pemakai Internet secara umum tidak pernah memusingkan hal ini. Ini sama saja seperti berkirim surat. Misalnya saya mengirim surat dari Jeman ke Jakarta. Saya tidak tahu sama sekali rute yang perlu dijalani oleh surat saya sampai ke alamat tujuan. Saya cuma tahu, bahwa saya harus membawa surat itu ke kantor pos terdekat, dan mengirimkannya disana. Yang penting yang saya lakukan adalah menuliskan alamat tujuan dengan benar dan jelas. Apakah kantor pos terdekat tersebut tahu cara untuk ke Jakarta? Tidak juga, pegawai kantor pos itu cuma tahu bagaimana cara meneruskan surat tersebut. Tetapi dia tidak perlu tahu bagaimana nantinya surat itu ditangani.

Kita lihat, di dalam setiap titik hop dalam pengiriman, masing-masing cuma tahu kemana dia harus teruskan surat tersebut. Sampai titik terakhir, misalnya si tukang pos yang mengantar ke alamat di jalan Cikini Raya. Apakah tukang pos ini tahu semua rute yang sudah dilalui oleh surat itu? Tentunya tidak. Pokoknya dia tahu dia mengambil dari kantor pos dan mengirimkan ke alamat yang tercantum di surat tersebut. Masing-masing titik pengiriman tahu kerjanya pada titik tersebut, dan tidak perlu memusingkan apa yang dilakukan oleh titik sebelum atau sesudahnya.

Demikian juga analogi kerja router. Masing-masing router tahu hop tempat paket itu dioperkan. Hanya itu. Dengan demikian kita bisa simpulkan bahwa sifat pengiriman paket IP (protokol Internet) adalah: 1) connectionless; 2) unreliable (tidak andal); dan 3) best delivery effort, artinya sistem akan berusaha semaksimal mungkin, tapi kagak garansi lho hasilnya. Soal ketidak-andalan Internet mungkin sering Anda rasakan. Jika Anda di Indonesia mau mengakses suatu situs di Amerika, terkadang lama sekali, dan sering ada bagian dari halaman situs yang tak terkirim. Apa yang Anda lakukan dalam situasi seperti ini? Iya, tinggal tekan tombol Refresh dari Web browser Anda. Internet itu tidak andal, tetapi karena murah, jika tidak berhasil mendapatkan apa yang Anda inginkan, tinggal minta ulang sekali lagi. Dengan demikian, ketidakhandalan Internet diimbangi dengan biaya murah, sehingga tidak terlalu mengesalkan.



Last Revised:Jan 17, 2006
Copyright © 2006 socineer.com
Lihat: Salin Ulang & Redistribusi