Wanita Tua di Kaitak
www.socineer.com


Ditulis pertama kali pertengahan tahun 1998.

Duduk di bangku sendirian, seorang ibu tua, kira-kira 60an
di Kaitak Hong Kong, airport yang usianya tinggal sebulan
di tangannya memeluk
tas plastik belanjaan
dengan logo toko
dari Taman Anggrek Mall.

terlihat dia dari Indonesia, seperti juga saya

Sambil menunggu, kududuk di sebelahnya
kusapa, kuperkenalkan diri
dia kaget, ada juga akrab
ada juga yang merdu berbahasa Melayu
di Kaitak,
airport yang usianya tinggal sebulan

"mau kemana?"
dia tidak segera menjawab....
"ke amerika," katanya, "ikut anak"

orang-orang sibuk lalu lalang
di Kaitak
tapi kenapa menjadi begitu sunyi?

Ada air disudut matanya yang sudah menua
"disuruh anak pindah," katanya
"saya tidak mau pindah, tapi saya juga takut,
takut kalau mereka datang lagi"

apa yang bisa kukatakan?
mulut terasa sudah pensiun dari berkata
telinga terasa terbaring letih... dan jenuh

"jantung tua ini bisa berhenti", katanya
sambil memegang dada..

diam.... Kaitak sibuk, orang lalu lalang tidak
peduli, sementara di pojok sana sepasang
anak muda pirang berpeluk cium..

"Hidup ini aneh, saya pindah-pindah terus..
Kalau dihitung-hitung, setiap sepuluh tahun pindah sekali"

Waktu dulu disuruh pindah ke kota, karena tidak
boleh lagi buka warung di daerah, saya ikut pindah..

Ketika ada ribut-ribut dulu, saya pindah lagi.. dari kota
kecil terus ke kota besar, pindah-pindah terus.. kita pikir
kota besar lebih aman..

Sudah tahunan di Jakarta, musti pindah lagi,
kali ini pindah jauh, ke amerika.. tapi kali ini suami
tidak ikut, sudah dikubur.. kali ini pindah sendiri..

"ngomongnya di sana saya tidak ngerti.. bahasanya tidak
ngerti.. " Diapun memandang jauh ke depan..

Dia menghela nafas panjang.. diam...

"enak donk pindah-pindah terus", kataku tanpa dosa, karena
tidak tahu harus ngomong apa.. sekedar buka mulut, tanpa dipikir..
mencoba mengusir jeda dan risih..
tapi langsung kutahu, itu kesalahan... maaf..

"enak gimana......" katanya sambil memeluk
tas plastik
dari Taman Anggrek Mall.

"saya tidak punya banyak teman,
setiap kali sudah mulai akrab,
saya harus pindah lagi,
ketemu orang-orang baru lagi"

"orang lain punya teman untuk
bercerita tentang masa dulu,
saya tidak punya, semua teman
hanya ketemu sebentar..."

"sekali pindah, dua tiga tahun tidak
betah, ingat terus tempat
dulu.. mulai enam tahun baru mulai
kerasan.. mulai punya
teman... pohon-pohon yang kita
tanam, mulai tumbuh besar.."
"kita mulai bilang itu rumah.. itu
rumah kita.. kita dandani bagus-bagus"

"tapi tiba-tiba, harus pindah lagi.." katanya sambil memeluk
tas plastik
dari Taman Anggrek Mall.

"sekarang saya sudah tua,
suami tidak ada..
anak sudah besar dan
pada kerja.. anak terakhir dijarah,
mau pindah.. jadi saya disuruh
ikut kakaknya di amerika.

saya dengar teman bilang
disana sepi, ya....?"
katanya menanti jawab..

saya tidak menjawab.. tidak mampu..
seorang wanita muda umur tiga puluhan
datang menjemput, "ayo, ma.."

Pelan-pelan dia bangkit berdiri, berjalan
pelan-pelan mengikuti, sambil menenteng
tas plastik
dari Taman Anggrek Mall.



1998 - 2006



Last Revised:Jan 17, 2006
Copyright © 2006 socineer.com
Lihat: Salin Ulang & Redistribusi