The Historian
www.socineer.com


The Historian

Jika Anda menyukai fiksi karangan Dan Brown seperti "Da Vinci Code", Anda kemungkinan besar akan menyukai karya Elizabeth Kostova ini. Novel ini adalah novel pertama dari Elizabeth Kostova. Dari namanya mungkin kita bisa memperkirakan latar belakang budaya pengarang, yaitu Eropa Timur, tetapi sebenarnya dia lahir di Connecticut, Amerika. Papanya adalah seorang professor, membawa keluarganya ke Eropa Timur dalam tugasnya. Disana dia diperkenalkan kembali dengan budaya leluhurnya, termasuk cerita tentang tokoh yang bernama Vlad Dracula. Benar, novel ini adalah salah satu novel tentang Dracula, atau Sang Vampir.

Elizabeth Kostova

Tetapi berlainan dengan cerita-cerita Dracula lain, karangan Ms. Kostova ini mempunyai daya tarik tersendiri. Dia memaparkan Vlad. Dracula dari sejarah, daripada dari mitos cerita seram-seram dari Dracula. Membaca buku ini, kita dibawa ke sejarah negeri Balkan tempo dulu, terutama sejarah Balkan pada Abad ke 15 dan 16, dimana Balkan mengalami pergolakan besar karena serbuan tentara Ottoman Turki. Jika novel-novel Dracula lainnya lebih menitik beratkan Dracula sebagai legenda, The Historian sebaliknya menetik beratkan Dracula sebagai aktor sejarah. Novel-novel lain mengeksplorasi pikiran dan apa yang dirasakan oleh Dracula sebagai makluk Vampir, Ms. Kostova mengeksplorasi pikiran dan apa yang dirasakan oleh rakyat negara-negara sekitar Balkan, terutama Hungaria, Romania, dan Bulgaria, dalam terutama wilayah Transylvania dan Wallachia, terutama sewaktu pendudukan Ottoman.

Dia menggambarkan Vlad Dracula sebagai seorang kontradiktif. Di satu pihak, Dracula adalah pelindung rakyatnya, dan pemimpin perjuangan resistansi terhadap tekanan penjajahan Ottoman Turki, dilain pihak, dia juga merupakan mimpi buruk bagi rakyatnya sendiri dengan kekejamannya yang sukar ditandingi. Dia menyate puluhan ribu rakyatnya dalam tongkat dan dipajang untuk umum.

Narator cerita ini adalah seorang anak gadis remaja yang mengikuti ayahnya bertugas di Eropa dalam tugas diplomatik. Mereka hidup berdua dengan seorang pengurus rumah, karena mama sang gadis menghilang sejak dia kanak-kanak. Pada suatu hari, sang gadis menemukan suatu rahasia, rahasia yang gelap tentang masa lalu orang tuanya. Ayah sang gadis, Paul, sebelum bekerja sebagai diplomat, adalah seorang sejarahwan. Ada suatu peristiwa yang tragis yang menyebabkannya berhenti untuk berkarir dalam bidang akademis di universitas, dan bekerja sebagai diplomat yang mengembara di Eropa.

Disini kita sukar untuk tidak menghubungkan pengalaman nyata Elizabeth Kostova yang mengikuti ayahnya bertugas di Eropa pada masa kecil. Memang pada bagian A Notes to the Reader, Elizabeth Kostova menuliskan bahwa itulah pengalaman masa kecilnya, ketika sang ayah pergi untuk mencari masa lalunya, dan mentornya yang menghilang. Dalam pengembaraan mereka, mereka mendapatkan jalan gelap ke dalam sejarah Balkan. Sampai dimana batas antara fiksi dan fakta dalam novel ini, dia menyerahkan pada pembaca untuk menilai. Sudah tentu cerita tentang Vampire, kalaupun nyata, sukar untuk dipercaya oleh publik. Banyak tokoh utama dalam cerita menggunakan nama sebenarnya dari tokoh-tokoh yang ada, misalnya professor di Universitas Istambul, Turki, Dr. Turgut Bora, Dr. Georgescu dari Museum Arkeologi Universitas Bucharest, Romania. Banyaknya tokoh-tokoh dunia nyata ini membuat buku ini lebih hidup, lebih mengaburkan batas imaginasi dan realitas.

Cerita masa lalu orangtua sang gadis mulai terkuak, setelah papanya menceritakan sedikit demi sedikit tentang apa masa lalunya. Sewaktu Paul masih menjadi mahasiswa tingkat doktoral, dia dibimbing oleh seorang sejarahwan ulung, Bartholomeo Rossi. Pada suatu ketika waktu Paul sedang melakukan riset di perpustakaan, dia menemukan sebuah buku kuno tanpa tulisan, tetapi dengan gambar naga yang aneh. Buku itu selalu muncul di mejanya. Sewaktu dia membicarakan hal tersebut dengan Rossi, ternyata Rossi juga mendapatkan buku serupa sewaktu dia masih muda, dan buku itu menghancurkan sebagian dari hidupnya yang sekarang ingin dia lupakan. Walaupun dia seorang sejarahwan yang rasional, dia tidak ragu-ragu untuk mengatakan pada Paul, bahwa Dracula itu masih hidup. Tentunya hal itu mengguncangkan kepercayaan Paul kepadanya, sampai dia meragukan kewarasan pembimbingnya. Keesokan harinya, diketahui Rossi menghilang begitu saja.

Karena rasa ingin tahu, dan terutama ingin membantu Rossi, Paul mulai meneliti sedikit tentang latar belakang buku aneh tersebut, dan pelan-pelan terkuak sejarah gelap dari tentang Dracula dari abad ke abad. Pada saat yang sama, dia bertemu dengan Helen Rossi, puteri Rossi yang berasal dari Romania, tetapi Rossi sendiri tidak pernah tahu bahwa dia punya seorang puteri maupun dia pernah ke Romania. Untuk menemukan pembimbingnya, dan Helen juga ingin bertemu dan menyelamatkan ayahnya, mereka berdua berangkat ke Istambul, Turki, dimana terletak sumber-sumber arsip pemerintahan Dinasty Ottoman dulu.

Vlad Dracula

Di Turki mereka bertemu dengan satu kelompok orang Turki yang juga sedang memburu Vlad Dracula. Mereka adalah sisa-sisa dari kelompok elite rahasia kuno yang dibentuk oleh Sultan Mehmed II, al Fatih, sang penakluk Constantinopel (dan mengubahnya menjadi Istambul) untuk melawan Order of the Dragon. Ordo ini, dalam bahasa Latin Societas Draconistrarum adalah ordo elite para ksatria yang dibentuk oleh Kaisar Romawi Sigismund untuk melindungi emperium, terutama dari ancaman Ottoman Turki. Nama Dracul itu sendiri berasal dari nama ordo ini, yang berarti dragon/naga. Draculea berarti Son of the Dragon dalam bahasa Romania.

Paul, Helen dan para kelompok dari Turki bersama mendiskusikan sejarah Balkan dan Turki, mencari sumber-sumber arsip, sambil diburu-buru oleh para vampire pengikut Dracula. Untuk memburu sumber informasi dan mencari kuburan Dracula (dengan demikian menemukan Professor Rossi), mereka bertualang sampai ke Hungary, dan akhirnya ke Bulgaria. Dari petualangan itu terkuak kisah Dracula yang separuh historis, separuh mitos (soal mitos ini adalah tanggapan saya yang memang tidak percaya adanya Vampire). Misalnya, bahwa masa kanak-kanak Vlad Dracula di Turki Ottoman, dimana dia dibawa kesana dan menjadi anggota dari Jannissaries, atau Yeniceri dalam bahasa Turki. Jannissaries itu adalah pasukan elite dari anak-anak non-Turki dari daerah taklukan yang disekap sejak kecil, dididik dalam Islam, untuk dilatih menjadi pasukan berani mati pembela Sultan. Jannissaries dibentuk pada abad ke-14 dan baru dibubarkan oleh Sultan Mahmud II pada abad ke-19. Legiun ini mirip dengan pasukan Legion Asing Perancis atau Pasukan Gurkha Inggris, cuma bedanya, mereka dilatih untuk menggunakan segala cara untuk menekan pemberontakan di daerah taklukan tempat asal mereka. Dracula kecil mengamati dan mempelajari cara-cara penyiksaan pasukan elite tersebut, dan ketika Dracula berbalik menentang Ottoman, dia menggunakan cara yang sama terhadap tentara Ottoman, dan juga terhadap rakyat Wallachia sendiri. Dari riset juga terkuak juga latar belakang immortality (kemampuan untuk hidup terus tanpa mengenal kematian) Dracula itu ternyata berasal dari ajaran heresy dari satu biara kuno di Pyrenees-Orientales, Perancis.

Pembaca akan dibawa menyelusuri biara-biara kuno, komunikasi dan jalur ziarah masa lalu, makanan-makanan lezat setempat, adat-adat lokal, lagu-lagu rakyat, dan cara kerja pemerintahan rejim komunis Eropa Timur waktu Perang Dingin. Ada satu acara lokal di Bulgaria yang saya lihat mirip dengan yang dilakukan oleh masyarakat tradisional di Asia, termasuk di Indonesia, yaitu upacara menari-nari di atas bara api tanpa membakar kaki. Menarik jika kita perhatikan bahwa terdapat benang merah kebiasaan-kebiasaan kuno dari berbagai masyarakat yang berbeda.

Apa arti judul buku "The Historian" (sejarahwan) tersebut? Ini menjadi teka-teki yang tak disebutkan secara eksplisit oleh pengarangnya. Apakah yang dimaksud dengan the historian itu adalah Paul? Atau sang gadis anak Paul (dia tidak pernah disebut namanya dalam novel ini)? Atau Bartholomeo Rossi? Atau Vlad Dracula sendiri? Vlad Dracula diketahui juga sangat mencintai sejarah, dan lebih dari itu, dia pelaku sejarah. Elizabeth memperlihatkan dua sisi pertentangan dari sejarah Balkan Eropa, dari sisi Turki dan dari sisi Balkan. Tulisan dan referensi dari dokumen-dokumen bertebaran dalam jumlah besar di novel ini. Dokumen-dokumen awal dalam bahasa Yunani, Latin, Slavia, Turki, semuanya menambah daya tarik tersendiri buku ini.

Novel ini terbit pada pertengahan tahun 2005 yang lalu. Dari kepopulerannya setelah beberapa bulan beredar, terlihat novel ini bisa dipastikan akan menjadi material untuk film baru yang menarik untuk ditonton. Sekarang ini sudah muncul klub-klub penggemar Dracula karena buku Kotsova ini.



Last Revised:Feb 12, 2006
Copyright © 2006 socineer.com
Lihat: Salin Ulang & Redistribusi