Arti Arah Mata Angin Dalam Budaya Tionghoa
www.socineer.com


Dalam membaca cerita tulisan dalam budaya tionghoa, terutama yang berasal dari jaman dahulu, diperlukan untuk mengerti simbolisme yang terdapat dalam budaya tionghoa. Ini tidak berbeda dengan simbolisme-simbolisme budaya lain. Pengertian simbolisme ini penting untuk men-dekode (mengupas) informasi yang tidak secara langsung dituliskan. Misalnya, di Jawa, Utara adalah arah yang lebih disukai. Utara berkonotasi terletak di atas, dan posisi di atas dirasakan dominan. Dalam peta kalau kita melihat arah mata-angin, maka Utara selalu terletak di atas. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri menghadap arah Utara, dengan halaman depan berupa Alun-alun Utara, dan halaman belakang berupa Alun-alun Selatan. Di Alun-alun Utara inilah berlangsung upacara-upacara penting yang melibatkan Sri Sultan, kerabat istana, dan para pejabat kraton. Sedangkan di China, kita lihat sebaliknya, istana kaisar menghadap ke Selatan. Ini jelas ada perbedaan simbolisme arah dari kedua budaya tersebut yang berasal dari perbedaan posisi geografis.

Titik-titik utama dalam cara pandang tionghoa ada lima, yaitu Selatan, Utara, Timur, Barat, dengan pusatnya di Tengah. Tengah adalah pusat, sedangkan ke empat mata angin berada pada posisi relatif terhadap Tengah. Dari empat mata angin ini, dikembangkan menjadi delapan arah dengan mengikut sertakan posisi antara dari empat arah tersebut.

Selatan

Matahari berada di Selatan. Ini mungkin dianggap aneh oleh pembaca yang tinggal di Indonesia, yang umumnya membatasi diri pada pengertian bahwa matahari terbit dari arah timur dan terbenam di arah barat. Itu disebabkan oleh letak Indonesia yang berada di daerah tropis yang dilewati oleh garis khatulistiwa. Bahkan di Pulau Jawa matahari agak condong ke Utara, karena pulau Jawa terletak di sebelah selatan dari khatulistiwa. Namun untuk tempat yang letaknya jauh di sebelah Utara dari khatulistiwa, seperti bagian China Utara, akan melihat bahwa matahari selalu berada di sebelah Selatan. Matahari terbit dari Timur sebelah Selatan, dan terbenam di Barat juga sebelah Selatan. Memang matahari bergerak ke arah Utara ketika musim dingin mulai menjadi hangat, tetapi matahari tidak pernah bisa sampai ke belahan langit Utara. Sebelum sampai ke tengah, matahari kembali bergerak lagi ke arah Selatan, sehingga sepanjang tahun, matahari ada di belahan langit Selatan.

Jika seseorang membeli rumah di belahan bumi Utara, umumnya dia ingin rumah yang menghadap ke Selatan, karena dengan demikian, arah depan rumah tersebut selalu tersiram kehangatan matahari. Kecuali dia suka berkebun misalnya, dan dia menghabiskan lebih banyak waktu di kebun belakang rumah, dan ingin sinar matahari menyinari halaman belakang lebih baik, maka dia akan memilih rumah yang menghadap ke Utara.

Karena itu Selatan diasosiasikan dengan kehangatan dan terang. Hal-hal baik dalam kehidupan datang dari Selatan. Karena Selatan itu panas, dengan demikian orang tionghoa membayangkan Selatan berwarna Merah dengan unsur Api. Dan sudah tentu musim dominan dari Selatan adalah Musim Panas.

Kaisar selalu menghadap ke Selatan. Selatan adalah arah imperial. Istana menghadap Selatan, dan rumah para pembesar di sekitar istana menghadap Utara. Orang tionghoa di China Utara kalau ingin berimigrasi dan meningkatan tingkat kehidupan selalu bilang dia akan mengadu nasib ke Selatan. Karena Selatan adalah letak daerah-daerah kaya, misalnya Kanton, Fujian, atau Hong Kong di masa kini. Jarang ada yang mau suka bergerak naik ke Utara kecuali para insinyur pertambangan yang ditugaskan untuk ikut membantu industri tambang di Manchuria misalnya. Semua ini menunjukkan pentingnya arti Selatan dalam cara pandang tionghoa1.

Utara

Jika seseorang pergi ke China Utara, dia akan tahu apa arti Utara. Sebelah Utara dari China adalah padang dan Gurun Gobi yang dingin. Terus ke Utara akan bertemu dengan wilayah Rusia yang tidak banyak didiami oleh manusia, dan mendekati lingkaran Artik. Orang Rusia sedari dulu membuang mereka yang tak disukai ke Siberia.

Dengan demikian Utara itu berlawanan dengan Selatan. Jika arah Selatan menandakan musim panas, arah Utara menandakan musim dingin. Semakin ke Utara, lamanya malam semakin panjang di musim dingin, dan semakin dingin. Karena itu Utara digambarkan sebagai tempat gelap. Bayangan orang tionghoa tentang Utara dengan demikian: dingin, salju dan hujan, basah, gelap. Tidak mengherankan jika Utara diasosiasikan dengan Air, musim dingin, dan warna Hitam.

Dalam sejarah China, Utara juga bukan tempat yang menyenangkan. Utara itu tempat musuh-musuh berada, dan karena itu perlu dibuat Tembok Besar untuk membendung musuh-musuh dari arah Utara. Karena itu Utara juga diasosiasikan dengan ancaman.

Timur

Timur adalah posisi matahari terbit, tempat lahirnya hari baru, sehingga dengan ini diasosiasikan dengan kelahiran. Dari arah Timur muncul pembaharuan dan kesuburan. Dengan demikian musim yang paling sesuai diasosiasikan dengan arah Timur adalah Musim Semi, dimana waktu itu tumbuhan mulai menumbuhkan lagi kecambah setelah melewati musim dingin yang mencekam. Warna dari proses pembaharuan dengan ini adalah warna daun, yaitu Hijau, dan sudah tentu unsur yang paling sesuai adalah yang berhubungan dengan pohon, yaitu Kayu.

Arah Timur adalah arah kreatifitas, arah sumber inspirasi, arah pembaharuan. Waktu revolusi komunis berlangsung di China, maka arah Timur menjadi simbol dari revolusi karena menandakan lahirnya China Baru, dan Mao Zedong digambarkan sebagai Matahari Timur. Tapi karena pengaruh ideologi komunis yang mengagungkan warna Merah, maka mereka bersikeras untuk menyatakan “Timur itu Merah”. Well, itu pandangan ideologis. Saya rasa simbolisasi tionghoa kuno lebih tepat, Timur itu Hijau.

Barat

Barat adalah posisi matahari terbenam, berlawanan dengan Timur yang menandakan Musim Semi. Dengan demikian Barat diasosiasikan dengan Musim Gugur. Musim gugur tiba setelah musim panas, sebagai transisi ke musim dingin. Pada musim gugur, alam bersiap-siap untuk tidur, daun-daun merontokkan diri meninggalkan dahan pohon yang telanjang. Seluruh bumi bersiap membenamkan diri.

Tidak semua aspek dalam musim gugur itu buruk. Karena sebelum bumi bersiap membenamkan diri selama musim dingin, bumi mengeluarkan hasil berlimpah yang sudah dipersiapkan sejak musim semi. Musim gugur adalah waktu untuk panen, dan adalah musim berkelimpahan. Di Amerika dan Canada, pada musim gugur juga dirayakan Thanksgiving Day dimana masyarakat mengucap syukur atas hasil panenan dengan perayaan khusus dalam keluarga. Pada waktu musim panen, petani-petani di China dulu mulai mengeluarkan peralatan untuk memanen yang terbuat dari logam. Tanpa kemampuan yang didapat dari peralatan logam ini, panenan sukar untuk dikerjakan. Karena itu unsur yang paling penting bagi manusia pada musim ini adalah logam. Unsur arah Barat dengan demikian adalah Logam. Karena warna logam yang dipakai adalah putih, seperti warna pedang dan arit, maka warna yang mendominasi arah Barat adalah Putih.

Berlainan dengan budaya Barat, dimana warna hitam dikonotasikan sebagai warna kematian, di China, warna kematian adalah Putih. Arah Barat adalah arah matahari terbenam, juga arah terbenamnya kehidupan manusia. Dengan demikian pakaian berkabung yang dikenakan oleh masyarakat tionghoa adalah warna Barat, yaitu putih. Selain berguna untuk pertanian, logam juga menjadi unsur paling utama ketika berperang, karena digunakan sebagai senjata. Pada waktu perang, logam menjadi dominan, dan warna putih juga menjadi dominan karena banyaknya kematian yang dibawa oleh peperangan.

Asosiasi yang dibawa oleh arah Barat juga bersesuaian dengan geografi China. Wilayah sebelah Barat dari China terdapat gurun pasir yang luas. Menuju arah matahari tenggalam di padang yang terlihat tak berujung, terasa menuju ke arah kematian. Pusat-pusat kebudayaan tionghoa dari masa ke masa bergerak dari arah Barat ke Timur, sedangkan pusat-pusat bisnis dari arah Utara ke Selatan.

Tengah

Tengah adalah posisi paling nyata dan stabil, karena Tengah adalah posisi relatif dari ke empat mata angin. Posisi tengah menyatakan realitas saat ini dan bumi kita tempat berpijak. Karena itu unsur yang tepat bagi tengah adalah Bumi. Tanah di China Utara berbentuk butir halus kekuningan, dan ketika masuk ke air sungai, membuat sungai berwarna kuning, karena itu sungai besar disana ada yang dinamakan Sungai Kuning (Huanghe). Dengan demikian warna bagi Tengah adalah Kuning. Karena Kaisar menempati posisi di tengah-tengah mata ingin (dan menghadap ke Selatan), maka selama waktu yang cukup lama, warna imperial adalah Kuning. Kita sering melihat pakaian Kekaisaran dalam film-film sejarah yang berwarna kuning, dan warna itu dilarang untuk dipakai oleh pejabat lainnya.

Demikianlah simbolisasi dari kelima titik utama arah menurut pandangan orang tionghoa jaman dulu, dan masih banyak dianut pada saat kini. Secara singkat, kita coba sarikan dalam tabel di bawah ini.

Arah Musim Unsur Warna
Selatan Panas Api Merah
Utara Dingin Air Hitam
Timur Semi Kayu Hijau
Barat Gugur Logam Putih
Tengah Saat Kini Bumi Kuning


  1. Seorang pembaca situs ini mengingatkan, bahwa alat kompas penunjuk arah, juga dinamakan sebagai Zhinan Zhen (zhi3 nan2 zhen1), yang terjemahan literalnya adalah "jarum penunjuk selatan". Ini juga menunjukkan bahwa arah dominan dalam pandangan tionghoa adalah arah Selatan.


Last Revised:Jan 13, 2006
Copyright © 2006 socineer.com
Lihat: Salin Ulang & Redistribusi