Refleksi Tahun Anjing
Oleh Bintoro Gunadi, pemerhati sosiobiologi
www.socineer.com


.…. Jujur, terus terang dan pesimis
Selalu ingin mencari kebenaran
Setia, siap melayani makhluk lain
Oleh karena itu akan dihormati …..

Lebih dari seperempat penduduk bumi akan memperingati Tahun Baru Imlek atau sekedar membaca dan merenung mitos siklus Tahun Anjing lewat semacam kalimat di atas. Sifat-sifat baik anjing diharapkan akan mewarnai tahun 2006.

Tahun Anjing Api kali ini berdasarkan sistem penanggalan bulan/lunar Cina akan mencapai tahun 4704 pada tanggal 29 Januari 2006.

Tahun Baru Imlek selalu dimulai bertepatan dengan awal Musim Semi di Cina pada sekitar bulan Januari-Februari Tahun Masehi. Konsep penanggalan lunar yang merupakan kombinasi siklus dari 12 simbol binatang dan 5 unsur alam berbeda dengan konsep penanggalan matahari/solar yang linier lurus ke depan.

Dongeng

Asal dari sistem penanggalan lunar yang menggunakan 12 simbol binatang tidak jelas. Keduabelas simbol binatang tersebut: Tikus, kerbau, macan, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, kera, ayam, anjing, dan babi.

Sedangkan asal dari penggunaan 5 unsur alam berkaitan erat dengan prinsip keseimbangan alam Yin-Yang yang diperkenalkan oleh Tsou Yen sekitar tahun 300 B.C. Kelima unsur alam tersebut: Kayu, api, tanah, logam, dan air.

Dongeng mengenai 12 simbol binatang yang berkembang sampai sekarang menyebutkan bahwa pada awalnya di suatu saat, Raja Langit merasa bosan dan kesepian lalu berminat mengetahui keadaan dunia.

Diaturlah undangan untuk kompetisi 12 wakil binatang dari bumi. Tikus yang terkecil menempati urutan pertama karena datang awal dengan menunggang kerbau di urutan kedua. Kemudian berturut-turut anjing diurutan 11 dan babi yang terakhir.

Keduabelas simbol binatang tersebut mempunyai kelemahan dan kelebihan, sifat jelek dan baik yang unik. Bagaimanakah dengan anjing?

Domestikasi

Dalam sejarah manusia, anjing merupakan binatang pertama yang dijinakkan dan dikembangbiakkan. Setelah itu menyusul sapi, kambing, babi, ayam, kerbau dan lain-lain.

Anjing mempunyai hubungan kekeluargaan (kinship) yang dekat dengan jenis-jenis anjing liar yang tersebar di 5 benua. Wolf dan coyote di Amerika dan Eropa, jackal dan hyena di Afrika, fox dan dhole di Asia, dan dingo di Australia.

Sejak sekitar 150 tahun yang lalu persilangan anjing berkembang pesat, sampai saat ini tercatat ada sekitar 1.000 hasil silangan (breeds). Variasi anjing sangat beragam mulai yang terkecil Chihuahua hanya sekitar panjang 14 cm, tinggi 19 cm, dan berat 1 kg. Sampai yang tertinggi Irish Wolfhound setinggi 1 m dan yang terberat English Mastiff atau Saint Bernard yang beratnya sekitar 150 kg. Sedangkan Bull Terrier pernah disebut sebagai anjing paling berbahaya.

Domestikasi anjing dimulai lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Bukti tulang-tulang anjing purba yang relatif utuh pada akhir Jaman Batu/Neolithic (sekitar tahun 8.000 B.C.) menguatkan teori tersebut sekaligus membuktikan bahwa anjing merupakan teman manusia purba, bukan buruan atau ternak yang dimakan.

Lamanya domestikasi anjing masih diperdebatkan karena berdasarkan analisis DNA dalam mitochondria (“pabrik enerji” dalam sel), transisi dari jenis anjing liar purba sampai nenek moyang anjing modern terjadi lebih lama sekitar 100.000 tahun yang lalu.

Kontroversi

Ada tiga sifat jelek anjing pada umumnya. Pertama, walaupun kadang terlihat tenang dan ramah, tiba-tiba anjing dapat menggigit orang yang tidak dikenalnya dengan baik. Kedua, anjing suka mendatangi sampah, sampai-sampai muntahan dan kotorannya sendiri juga diendusnya. Ketiga, pada masa kawin, anjing yang tidak berpasangan akan menaiki (mount) apa saja termasuk kaki tuannya.

Sifat-sifat jorok dan tidak etis tersebut menempatkan anjing di posisi negatif dalam kitab suci agama-agama keturunan Abraham.

Yang menarik anjing sudah dikenal di kota suci Jerusalem kuno sejak sekitar tahun 3.000 B.C. semasa dikuasai oleh bangsa Mesir lewat patung dewa Anubis, berkepala anjing, pengantar jiwa dari dunia ke surga.

Semasa kota suci tersebut dikuasai oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 1 di awal milenium, bangsa Romawi percaya mitos pendirinya Romulus dan Remus yang disusui/dirawat oleh anjing liar.

Buku terbaru Suad Amiry berjudul Sharon and My Mother-in-Law: Ramallah Diaries (2005) menjadi lebih menarik sewaktu penulis berperan sebagai sopir anjing. Dalam suasana tertekan dan mustahil (absurd) dia lebih memilih gembira daripada sedih dan tetap beruntung dapat menggunakan satu-satunya identitas anjingnya yang bernama Nura untuk memasuki kota Jerusalem dari Tepi Barat Sungai Jordan.

Hak-hak anjing pernah diperjuangkan oleh pengacara Jean Holmes dalam bukunya yang berjudul Do Dogs Go to Heaven? (1999). Jawabnya yes untuk anjing yang baik. Akibatnya mengundang banyak kontroversi karena semua makhluk yang baik, tidak memandang batasan-batasan aliran/kepercayaan, akan kesana. Kalau anjing sampai menjadi galak, tuannya ikut bertanggung jawab.

Sifat Baik

Di akhir cerita Mahabharata-Bharatayudha diceritakan bahwa setelah Pandawa mengalahkan Kurawa, mereka memutuskan untuk mengalahkan diri sendiri, menemukan jatidiri kalau tidak dapat dikatakan bunuh diri dengan naik Gunung Mahameru tanpa bekal materi. Samiadji berenam bersama istrinya bertekad untuk mencapai puncak yang dipercaya tempat para dewa.

Di tengah perjalanan mereka bertemu anjing dan diajaknya bersama. Hanya anjing dan tuannya yang baru yang dapat mencapai puncak, yang lain binasa karena tidak tahan uji. Kalau anjing yang baik dan setia tidak dapat masuk surga, buat apa saya masuk kesana. Begitulah kira-kira kata Samiadji orang nomor satu Pandawa di depan pintu surga sewaktu anjingnya ditolak masuk. Berubahlah anjing tersebut menjadi Batara Dharma dewa kebajikan.

Thomas Aquinas (1225-1274) seorang pemikir religius pernah memberi contoh anjing untuk menjelaskan keseriusan dalam berdoa, berkomunikasi dengan sang Pencipta. Perlu konsentrasi penuh dan sikap sempurna seperti anjing pada saat menunggu komando atau jatah makanan dari tuannya yang sedang makan.

Di tengah kota Tokyo tepatnya di terminal kereta api Shibuya ada patung anjing Hachiko. Setiap hari Hachiko (1923-1935) mengantar menjemput tuannya di terminal tersebut. Suatu saat tuannya meninggal dunia sewaktu bekerja. Selama hampir 10 tahun Hachiko tetap berusaha menjemput tuannya di tempat yang sama, hidup dari orang-orang yang menghormatinya, sampai akhirnya mati disana.

Menurut hasil riset di Medical Center University of California, Los Angeles akhir tahun lalu, kunjungan selama 12 menit oleh anjing terlatih terhadap pasien penyakit jantung akan menyebabkan pasien tersebut lebih rileks dan berkurang perasaan cemasnya sampai 24%. Hasil riset tersebut yang menggunakan 76 kasus merekam ekspresi wajah masing-masing pasien yang menjadi lebih mudah tersenyum sehingga membantu proses penyembuhan.

Anjing pernah disebut sebagai the man’s best friend. Sifat-sifat baik anjing yang cerdik, setia, berani berkorban, taat, dan jujur perlu dihargai. Konon Tahun Anjing Api kali ini berkaitan erat dengan sifat pemimpin kharismatik yang dikelilingi oleh para pendukungnya. Para pemimpin perlu belajar dari sifat-sifat positif tersebut, sambil berkonsentrasi penuh dalam melayani pasti akan membuahkan hasil sehingga dihormati dan dikenang.



Last Revised:Jan 26, 2006
Copyright © 2006 socineer.com
Lihat: Salin Ulang & Redistribusi