Zhong: Mentalitas Mandarin
www.socineer.com


Zhongguo

Nama negeri China, Zhongguo—atau di Indonesia sering dilafalkan sebagai Tiongkok— berarti harafiah sebagai Negeri Tengah (Middle Kingdom). Sering dipertanyakan, kenapa memakai nama “tengah” sebagai nama negeri? Istilah ini bukan istilah baru, walaupun baru populer setelah jaman Republik, karena sebelumnya, nama resmi negeri tersebut berubah setiap saat disesuaikan dinasti yang sedang berkuasa.

Ada yang langsung berpendapat, bahwa orang tionghoa merasa negerinya sebagai pusat dunia, jadi negerinya diberi nama Negeri Tengah. Pendapat itu tidak salah sama sekali, karena memang selama kurun waktu dua ribu tahun, China menjadi pusat kebudayaan dan peradaban untuk regional seputarnya. Tetapi jelas nama Zhongguo tidak berasal dari sana. Ada hal yang lebih mendalam lagi, sehingga negeri tersebut diberi nama Zhongguo. Dalam tulisan ini, saya mengupas mentalitas berorientasi “tengah” dari orang-orang tionghoa itu.

Jalan Tengah

Orang tionghoa jaman dulu ketika mencoba merefleksikan diri, mendapatkan bahwa hal-hal yang ekstrim itu kurang baik. Hal-hal yang moderat dan tengah itu lebih baik daripada terlalu kiri atau kanan. Sifat ini dipengaruhi juga oleh sikap introspektif orang tionghoa, yang berciri memandang ke dalam. Menghadapi dunia sekitar, ketika budaya kuno di tempat lain memandang keluar, orang tionghoa memandang ke dalam diri sendiri.

Salah satu buku klasik Confucius adalah Zhong-yong, tentang prinsip Jalan Tengah. Tengah berarti kestabilan, kestabilan berarti Harmoni. Orang tionghoa berusaha mencari keharmonisan dengan alam dan lingkungan. Jika sesuatu stabil, maka akan sejahtera dan bertumbuh cepat. Ketidakstabilan mendatangkan malapetaka. Karena karya-karya Confucius itu dipelajari oleh semua anggota kelas intelektual tionghoa, yaitu para Mandarin, maka pemikiran ini melekat erat di benak mereka.

Jika Anda hidup di negara empat musim, Anda akan merasakan sedikit keganjilan soal pada waktu Festival Musim Semi orang tionghoa, yang juga disebut sebagai Tahun Baru Imlek. Di banyak tempat, jestru waktu itu dingin sekali dengan salju tebal, bagaimana bisa dikatakan sebagai awal musim semi? Musim semi sebenarnya dimulai sekitar tanggal 20/21 Maret. Pada waktu itu benar ada bunga yang sudah mulai tumbuh, pucuk-pucuk pohon ada yang mulai hijau. Kenapa pada awal musim semi dipasang pada paruh kedua bulan Maret? Karena waktu itulah yang kita namakan spring equinox, posisi dimana hari dan malam sama panjang. Sesudah equinox, lamanya hari terang akan lebih panjang daripada hari malam. Orang Eropa jaman dulu bilang, inilah awal musim semi, ketika suhu mulai hangat. Orang di China dulu bilang, tidak. Waktu equinox itu, dimana panjang hari sama dengan panjang malam, itu ada pada posisi yang tengah, seharusnya itu pertengahan musim semi. Karena itu pertengahan musim semi, maka awal musim semi ada pada kira-kira 1½ bulan sebelum equinox. Walaupun suhu masih dingin, orang tionghoa ramai-ramai keluar merayakan datangnya musim semi. Prinsip Tengah yang diterapkan pada kesetimbangan alam raya lebih penting daripada pengalaman persepsi indera manusia.

Dalam Filsafat Yunani, alam raya ini terdiri dari empat unsur, yaitu udara, air, api, dan bumi. Kenapa harus empat? Karena satu tahun ada empat musim, karena ada empat arah mata angin. Di China, mereka memilih untuk menganut lima unsur, yaitu air, api, logam, kayu, dan bumi. Kenapa lima unsur, padahal jumlah arah mata angin ada empat? Iya, benar, kata orang tionghoa dulu, arah angin ada empat, Selatan Utara Barat Timur, tetapi jangan lupa tempat kita berdiri sebagai referensi, yaitu Tengah. Dan di antara ke semua arah mata angin, Tengah adalah paling penting. Tengah adalah Bumi, Bumi adalah Tanah, dan warna Tanah di China itu kuning. Bumi adalah tempat berpijak, tempat kestabilan berada, maka Kaisar harus menempati posisi tengah ini. Karena itu warna kuning adalah warna imperial. Prinsip Tengah ini merasuk sampai ke hampir semua bidang dan mendefinisikan bagaimana keharmonisan bisa dijalankan.

Zhong adalah mentalitas para Mandarin, yang didapat dari pelajaran Confucius. Sewaktu agama Buddha masuk China, prinsip moderasi (jalan tengah) dari Buddhisme terasa cocok dengan pemikiran tionghoa, dan Buddhisme pun berkembang pesat di China, walaupun secara sporadis terjadi sedikit friksi. Ketika Buddhisme gagal mendapat pengikut banyak di India, jestru di China menjadi bagian dari budaya tionghoa, karena cara pandang yang mementingkan moderasi itu mudah diterima di sana.



Last Revised:Jan 10, 2006
Copyright © 2006 socineer.com
Lihat: Salin Ulang & Redistribusi