Chokri Bin Untung
www.socineer.com


Chokri Ben Chikha, seorang artis Muslim di Belgia, adalah orang yang sangat beruntung. Orangtuanya adalah immigran dari Tunisia, dan dia sendiri lahir di Flanders, bagian Belgia yang menggunakan bahasa Belanda. Tahun 2005 yang lalu, dia membuat sebuah opera pertunjukan dengan judul Our Lady of Flanders (Onze Lieve Vrouw van Vlaanderen) di Brussels. Poster pertunjukan tersebut membuatnya terkenal, yaitu menggunakan gambar Santa Maria dengan bayi Jesus. Disana Maria terlihat bertelanjang dada, menggendong bayi telanjang, dan tangan lain memegang mangkok berdarah. Di sebelah bawah, ada lambang singa dari wilayah Flanders.

Flanders adalah wilayah di sebelah utara Belgia, dalam bahasa Belandanya adalah Vlaanderen. Penduduk di sana dinamakan Flemings (Vlanmigen). Semua anak-anak sekolah di Canada dipastikan pernah mendengar wilayah Flanders ini. Pada setiap Rememberance Day, yaitu hari untuk mengenang mereka yang mengorbankan hidupnya dalam peperangan, selalu dilantunkan puisi In Flanders Fields. Puisi itu dikarang oleh seorang dokter Canada yang melihat banyaknya kematian pada Perang Dunia I di ladang poppy di Flanders. Untuk mengenang mereka yang gugur, maka setiap tahun diperingati dengan mengenakan hiasan bunga poppy di baju.

Our Lady of Flanders, dihormati sebagai St. Maria dari Flanders. Dalam sebuah tabernakel yang diberi nama tabernakel Our Lady of Flanders disimpan berbagai relikwi dari para santo. Relikwi adalah peninggalan (biasanya anggota tubuh) dari seseorang yang dianggap suci. Setiap waktu tertentu, tabernakel tersebut diarak dalam festival.

Walaupun Chokri menggambarkan St. Mary dengan cara sedemikian dan dengan demikian menyinggung sebagian penganut agama katolik fanatik, Chokri tidak takut dengan keamananan jiwanya. Seorang artis yang lain dari Belanda, Theo van Gogh, dibunuh oleh seorang muslim fanatik setelah membuat film tentang menggambarkan ayat-ayat Quran di badan wanita telanjang. Tetapi kasus Chokri itu berbeda, tidak ada pemuka agama katolik yang ramai-ramai mengecam Chokri, tidak ada yang mengancam ingin menghabisi dia, bahkan sebaliknya, Chokri dianggap artis muda yang menjanjikan masa depan. Pemerintah Belgia memberikan biaya untuk mensubsidi pertunjukan tersebut, dan mendorong anak-anak sekolah untuk menontonnya.

Ada juga penulis yang mengecam Chokri, terutama karena dialog dalam pertunjukkannya memperlihatkan diskriminasi terhadap orang Yahudi. Chokri yang hidup di alam kebebasan di Eropa, tidak menyangkalnya, dan dia mengakuinya terus terang tendensinya. Kebesaran hati masyarakat Flanders menerima Chokri walaupun dia mempermainkan simbol yang dihormati oleh masyakarat tersebut, memperlihatkan kedewasaan masyarakat tersebut dalam menghadapi perbedaan budaya dan perbedaan pendapat. Tanpa kebebasan berekspresi, dan kebebasan untuk memperolok tokoh masyarakat atau tokoh agama, maka tidak ada demokrasi yang sebenarnya. Individu dan masyarakat yang dewasa mampu untuk melihat secara jernih tanpa perlu emosi berlebihan.

Karena itu saya menganggap Chokri beruntung untuk bisa hidup di Eropa dalam alam kebebasan seperti itu. Sayang sekali, hal itu sekarang tidak bisa lagi dinikmati oleh rekan penulis atau artis Eropa lainnya di negaranya sendiri. Mereka sekarang tidak bebas lagi untuk mengekspresikan pendapat, untuk mengekspresikan humor, kritik sosial, bahkan di negaranya sendiri tanpa membuat resiko pada konsulat negara mereka di negara-negara lain, atau keamanan nyawa mereka sendiri dan rekan-rekan senegaranya di negara lain.

Tanpa perlu menyetujui ataupun menyukai lakon yang ditulis oleh Chokri Ben Chikha, saya menghormati dan mendukung kebebasannya dan haknya untuk mengekspresikan buah pikirnya. Saya juga mendukung hak Theo Van Gogh untuk membuat karya-karya seni dan kritik sosial. Saya mendukung hak para wartawan Denmark yang sekarang menhadapi tekanan mental, dan yang sedang bersembunyi karena jiwa mereka terancam. Saya mengucapkan belasungkawa untuk lahirnya kebiasaan penggunakan tekanan mental dan fisik, penggunaan massa beringas terhadap para wartawan dan cartoonist.



Last Revised:Feb 08, 2006
Copyright © 2006 socineer.com
Lihat: Salin Ulang & Redistribusi